Asro Pun’ Blog

Gross Negligence & Willful Misconduct

Posted by asro pada 5 Desember 2014

Dalam sebuah contract/agreement, para pihak biasanya berusaha untuk membatasi tanggung jawab (liability) mereka terhadap pihak lainya. Para pihak selalu mengeluarkan dari batasan tanggung jawab tersebut kerusakan yang disebabkan oleh gross negligence (kelalaian yang disengaja atau ada juga yang menerjemahkannya sebagai kelalaian nyata atau kelalaian berat) atau willful misconduct (tindakan pelanggaran yang disengaja atau diterjemahkan sebagai perbuatan tercela yang disengaja atau perbuatan kecerobohan).

Pertanyaannya adalah apa definisi dari gross negligence dan willful misconduct itu? Sebenarnya tidak ada definisi yang pasti untuk keduanya, bergantung pada definisi yang dibuat dalam setiap contract atau apabila tidak didefinisikan dalam contract maka bergantung pada hukum mana yang dipakai. Sebagai gambaran, berikut akan diberikan salah satu contoh.

Gross negligence is a conscious and voluntary disregard of the need to use reasonable care, which is likely to cause foreseeable grave injury or harm to persons, property, or both. It is conduct is extreme when compared with ordinary negligence, which is a mere failure to exercise reasonable care. Ordinary negligence and gross negligence differ in degree of inattention, while both differ from willful and wanton conduct, which is conduct that is reasonably considered to cause injury. This distinction is important, since contributory negligence – a lack of care by the plaintiff that combines with the defendant’s conduct to cause the plaintiff’s injury and completely bar his or her action – is not a defense to willful and wanton conduct but is a defense to gross negligence. In addition, a finding of willful and wanton misconduct usually supports a recovery of punitive damage – monetary compensation awarded to an injured party that goes beyond that which is necessary to compensation the individual for losses and that is intended to punish the wrongdoer, whereas gross negligence  does not. [legal-dictionary]

Pada contoh di atas, gross negligence diartikan sebagai “dengan sengaja (dalam hal ini dengan sadar dan sukarela) mengabaikan (atau tidak melakukan) tindakan yang semestinya dilakukan, yang (jika tidak dilakukan) kemungkinan besar akan menyebabkan cedera serius atau membahayakan orang, harta atau keduanya“. Sedangkan willful misconduct (istilah lain dari willful misconduct adalah willful and wanton conduct seperti pada contoh di atas) diartikan sebagai “prilaku yang bisa menyebabkan cedera“. Dalam contoh di atas juga dijelaskan perbedaan antara gross negligence dan ordinary negligence, dimana jika gross negligence itu dengan sengaja mengabaikan tindakan yang mesti dilakukan, maka ordinary negligence adalah gagal melakukan tindakan yang mesti dilakukan, dalam hal ini tindakan tersebut sudah dilakukan tetapi gagal.

Berikut diberikan satu contoh pasal dalam contract yang membatasi tanggung jawab para pihak, kecuali gross negligence atau willful misconduct.

Unless a result of gross negligence or willful misconduct, the liability of either party to the other for any type of damage is limited to the amount of total fee under this agreement. [shakelaw.com].

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: