Asro Pun’ Blog

Acceleration Clause

Posted by asro pada 5 April 2012

Kemarin baca-baca salah satu kontrak, ketemu istilah baru :  “acceleration clause” (maklum bukan orang hukum). Terpaksa berselancar dulu, ternyata  banyak  sekali yang menjelaskan tentang istilah ini, tiga diantaranya saya tulis di sini.

Yang pertama saya ambil dari investorwords.com.  Di situ dijelaskan bahwa Acceleration clause; A provision that allows a lender to demand payment of the total outstanding balance or demand addittional collateral under certain circumstances, such as failure to make payments, bankruptcy, nonpayment of taxes on mortgaged property, or the breaking of loan covenants.

Terjemahan bebasnya : Pasal akselerasi merupakan ketentuan dalam kontrak yang memungkinkan pemberi pinjaman menuntut pembayaran seluruh sisa utang atau menuntut tambahan jaminan, jika terjadi kondisi tertentu seperti gagal melakukan pembayaran, bangkrut, tidak melunasi utang/pajak pada penggadaian barang atau melanggar persyaratan pinjaman.

Yang kedua dari WikipediaAn acceleration clause, in the law of contracts, is a term that fully matures the performance due from a party upon a breach of the contract. Such clauses are most prevalent in mortgages and similar contracts to purchase real estate in installments. Suppose, for example, the contract wa for A to purchase Blackacre from B for $100,000, to be paid in 5 monthly installments of $20,000. If A makes the first two payments, but fails to make the third payment, an acceleration clause would require that A must immediately pay B the entire balance of $60.000, or lose his right to purchase Blackacre (without getting a refund of his $40.000). A sample acceleration clause reads like this: In the event of default in the payment of any of the said installments or said interest when due as herein provided, time being of the essence hereof, the holder of this note may, without notice or demand, declare the entire principal sum then unpaid immediately due and payable.

Terjemahan bebasnya: Dalam hukum kontrak, klausul akselerasi merupakan suatu istilah yang menggambarkan jatuh temponya seluruh pembayaran dari salah satu pihak karena terjadi pelanggaran kontrak. Klausul tersebut umumnya digunakan dalam kontrak penggadaian atau kontrak pembelian real estate dalam bentuk cicilan. Sebagai contoh, sebuah kontrak dimana A membeli sebidang tanah dari B seharga $100.000 yang akan dicicil setiap bulan selama 5 kali, dengan besar cicilan $20.000. Apabila A sudah membayar 2 cicilan pertama, tetapi gagal membayar cicilan ke-3, maka klausul ekselerasi akan mengharuskan A untuk membayar dengan segera seluruh sisa cicilan sebesar $60.000 kepada B atau jika tidak maka A akan kehilangan haknya atas sebidang tanah yang dibeli tersebut, tanpa mendapat pengembalian $40.000 yang sudah dibayar sebelumnya. Salah satu contoh klausul akselerasi: Dalam hal terjadi kelalaian dalam pembayaran terhadap salah satu angsuran atau bunga tersebut pada saat jatuh tempo sebagaimana dinyatakan dalam surat perjanjian ini, pemegang surat ini bisa, tanpa pemberitahuan atau permintaan, menyatakan bahwa  jumlah seluruh pokok yang belum dibayar dengan segera akan  jatuh tempo dan harus segera dibayarkan.

Yang ketiga dari Kamus Keuangan Online. Klausul akselerasi merupakan pasal dalam kontrak yang menyatakan bahwa penjual dapat menuntut pembayaran penuh dengan segera dari sisa yang belum dibayar jika pembeli gagal membayar angsuran yang masih terhutang.

Dari ketiga definisi di atas dapat disimpulkan bahwa klausul akselerasi adalah klausul dalam kontrak, umumnya kontrak penggadaian atau kontrak pinjam-meminjam atau kontrak pembelian dengan cicilan atau kontrak sejenis lainnya, yang memberi hak kepada pihak penggadaian atau pemberi pinjaman atau penjual untuk menuntut pembayaran seluruh sisa hutang dengan segera jika terjadi  pelanggaran kontrak misalnya gagal melakukan pembayaran cicilan atau utang atau bunga atau pelanggaran terhadap syarat kontrak lainnya. Apabila pihak berhutang gagal memenuhi tuntutan/kewajiban ini maka pada umunya ia akan kehilangan haknya atas barang yang digadaikan atau barang agunan/jaminan atau barang yang akan dibeli tanpa mendapatkan pengembalian cicilan yang sudah dibayar sebelumnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: