Asro Pun’ Blog

Kontrak : (2) Perjanjian vs Perikatan

Posted by asro pada 11 Mei 2011

Seperti yang ditulis dalam seri sebelumnya,  kontrak merupakan perjanjian yang dibuat secara tertulis (perjanjian tertulis). Lalu apa itu perjanjian?  Menurut KUHPerdata Pasal 1313 : Perjanjian adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang lain atau lebih. Dengan demikian berarti suatu perjanjian akan melahirkan suatu perikatan.  Sehubungan dengan hal ini, Prof Subekti menjelaskan bahwa : Perikatan adalah suatu hubungan hukum (mengenai kekayaan harta benda) antara dua orang, yang memberi hak kepada yang satu untuk menuntut barang sesuatu dari yang lain, sedang orang yang lainnya diwajibkan memenuhi tuntutan tersebut. Perikatan (yang lahir dari suatu perjanjian) merupakan suatu hubungan hukum,  yang  berarti orang-orang yang mengikatkan diri haknya dijamin oleh hukum/undang-undang, dan apabila tidak dipenuhi maka ia berhak menuntut melalui pengadilan.

Perikatan tidak hanya bersumber dari perjanjian, tetapi juga dari undang-undang, seperti yang dinyatakan dalam KUHPerdata Pasal 1233 yang berbunyi : Perikatan, lahir karena suatu perjanjian atau karena undang-undang. Sementara perikatan yang lahir karena undang-undang timbul dari undang-undang  sebagai undang-undang  atau undang-undang sebagai akibat perbuatan manusia  (KUHPerdata Pasal 1352).  Selanjutnya perikatan yang lahir dari undang-undang sebagai akibat perbuatan manusia muncul dari perbuatan yang sah atau dari perbuatan yang melanggar hukum (KUHPerdata Pasal 1353).

Meskipun perjanjian merupakan suatu hubungan yang memiliki kekuatan memaksa, akan tetapi dalam prakteknya tidak semua perjanjian memiliki kekuatan memaksa. Ambil saja contoh, misalnya seseorang berjanji kepada sahabatnya untuk mentraktir bakso dan ternyata dia tidak memenuhi janjinya tersebut. Janji seperti ini tidak memiliki hubungan hukum sehingga sahabatnya tersebut tidak bisa memaksa dia untuk memenuhi janjinya tersebut melalui tuntutan di pengadilan. Nah, sehubungan dengan  sifat/kekuatan memaksa ini, perjanjian dapat dikelompokan menjadi: 1) Perjanjian dengan kekuatan hukum sempurna, misalnya perjanjian dengan suatu sanksi apabila tidak dipenuhi; 2) Perjanjian dengan kekuatan hukum tidak sempurna, misalnya perjanjian alami (natuurlijke verbintenis – Pasal 1395 KUHPerdata); dan 3) Perjanjian tanpa kekuatan hukum, misalnya perjanjian keagamaan, perjanjian moral dan perjanjian sosial seperti janji untuk traktir bakso di atas.

Khusus untuk natuurlijke verbintenis, Pasal 1395 KUHPerdata mengatakan bahwa : Terhadap natuurlijke verbintenis yang secara sukarela sudah dipenuhi tidak dapat dituntut kembali. Salah satu contoh natuurlijke verbentenis adalah utang karena perjudian. Mengenai utangnya sendiri memang dianggap ada, tetapi  hak untuk menuntut utang tersebut secara hukum tidak ada (KUHPerdata Pasal 1788). Jadi tergantung pada si berhutang apakah mau memenuhi utang tersebut atau tidak. Selain utang karena judi, contoh natuurlijke verbentenis lainnya adalah pembayaran bunga yang tidak diperjanjikan dan sisa utang dari seseorang yang pailit setelah dilakukan pembayaran menurut perdamaian.

Sebelum mengakhiri tulisan seri ini, ada beberapa hal yang ingin dijelaskan terkait dengan perjanjian, yaitu :  1) Yang menjadi subyek perjanjian bisa orang (private person) atau badan hukum (artificial person); mereka terdiri dari kreditur yaitu pihak yang berhak atas sesuatu dan debitur yaitu pihak yang berkewajiban memberi/memenuhi sesuatu. 2) Yang menjadi obyek perjanjian adalah sesuatu yang menjadi hak kreditur dan kewajiban debitur, yang sering disebut sebagai prestasi. Prestasi bisa berupa menyerahkan/memberikan sesuatu, melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: