Asro Pun’ Blog

Bumpless Transfer di DCS Foxboro I/A Series

Posted by asro pada 27 Januari 2010

Bumpless transfer merupakan suatu fitur/fasilitas yang umumnya terdapat pada blok kontrol PID standard industri yang berfungsi untuk mencegah terjadinya perubahan mendadak pada output kontrol pada saat transisi mode kontrol dari Manual ke Auto atau dari Local ke Remote pada konfigurasi cascade. Seperti diketahui bahwa pada mode Manual, output kontrol PID diatur secara manual oleh operator, sedangkan pada mode Auto, output kontrol PID merupakan hasil kalkulasi algoritma PID yang besarnya bergantung pada error (Setpoint – Process variable). Jadi bisa saja terjadi bahwa pada suatu saat nilai output PID pada mode  Manual jauh berbeda dari hasil kalkulasi algoritma PID, sehingga jika mode kontrol diubah dari Manual ke Auto pada kondisi seperti ini, akan terjadi perubahan mendadak pada output PID yang tentu saja sangat tidak baik untuk operasi sebuah kontrol. Kondisi yang sama juga akan terjadi pada saat mode kontrol berubah dari Local ke Remote pada konfigurasi cascade. Untuk mengatasi hal ini maka diperlukan fasilitas bumpless transfer.

Pada DCS Foxboro I/A Series, bumpless transfer dilakukan dengan cara mengembalikan informasi yang ada di blok sesudahnya (downstream block) melalui parameter/jalur BCALCO ke blok PID melalui parameter/jalur BCALCI.  Berikut adalah beberapa konfigurasi bumpless transfer pada kontrol PID di DCS Foxboro I/A Series.

Apabila blok sesudah PID adalah AOUT (analog output) maka BCALCI blok PID dihubungkan ke BCALCO blok AOUT, seperti gambar di atas. Pada blok PID, nilai BCALCI akan digunakan sebagai nilai awal (initial value) untuk OUT pada saat mode kontrol berubah dari Manual ke Auto. Sedangkan pada blok AOUT, nilai BCALCO sama dengan MEAS. Sehingga pada saat perubahan mode kontrol dari Manual ke Auto, nilai OUT blok PID sama denga nilia MEAS blok AOUT (yang sama dengan nilai OUT blok PID pada saat mode Manual), dengan demikian tidak akan terjadi lonjakan mendadak (bump) pada OUT blok PID pada saat transisi dari Manual ke Auto tersebut.  Pada gambar di atas BCALCO blok AOUT juga dihubungkan ke FBK blok PID, ini dimaksud untuk menghasilkan aksi integration untuk mencegah terjadinya integral windup.

Apabila blok sesudah PID adalah juga PID (konfigurasi cascade), maka BCALCI blok PID yang di muka (upstream/primer) dihubungkan ke BCALCO blok PID yang di belakang (downstream/sekunder), seperti pada gambar di atas. Pada PID (sekunder), nilai BCALCO sama dengan MEAS kecuali pada saat transisi dari Local ke Remote dimana pada kondisi ini nilai BCALCO sama dengan SPT. Sehingga pada saat blok PID sekunder diubah mode-nya dari Local ke Remote (cascade), maka OUT blok PID primer bernilai sama dengan SPT blok PID sekunder, dengan demikian tidak akan terjadi perubahan mendadak pada setpoint PID sekunder (RSP).

Apabila digunakan blok Output Select (OUTSEL) untuk memilih satu  dari dua buah output kontrol (lebih besar atau lebih kecil), maka konfigurasinya seperti pada gambar berikut.

Apabila menggunakan blok Switch (SWCH), maka konfigurasinya sbb:

Apabila menggunakan kontrol Ratio, maka konfigurasi bumpless transfernya seperti pada gambar berikut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: