Asro Pun’ Blog

SIS : (10) Design Consideration – Separation

Posted by asro pada 25 September 2009

Salah satu pertimbangan dalam perancangan SIS (SIS design consideration) adalah isu pemisahan antara SIS dan Sistem Kontrol (Basic Process Control Sistem atau disingkat BPCS).

Pemisahan antara SIS dan BPCS akan mengurangi kemungkinan kedua sstem tersebut rusak (unavailable) pada saat yang bersamaan. Selain itu, pemisahan ini juga bisa mencegah adanya pengaruh perubahan pada BPCS terhadap fungsi SIS. Oleh karena itu secara umum bisa dikatakan bahwa pemisahan antara BPCS dan SIS akan lebih baik dibandingkan dengan jika keduanya disatukan.

Ada dua jenis pemisahan, yaitu identical separation dan diverse separation.  Identical separation adalah pemisahan dengan menggunakan dua jenis sistem yang sama/identik, baik menyangkut teknologi, peralatan atau metode perancangan. Sedangkan diverse separation adalah pemisahan dengan menggunakan dua jenis sistem yang berbeda, baik menyangkut teknologi, peralatan atau metode perancangan.

Identical separation umumnya dapat diterima untuk SIL I. Diverse separation akan memberikan tambahan keuntungan yaitu mengurangi kemungkinan terjadinya systematic error dan mengurangi common cause failure (merupakan faktor yang sangat penting untuk SIL 3).

Terdapat 4 bagian/area dalam SIS-BPCS, dimana pemisahan diperlukan dalam rangka memenuhi persyaratan SIL, yaitu:

  • Field sensor.
  • Final control element.
  • Logic solver.
  • Communication (antara SIL dan BPCS).

1.  Pemisahan Sensor:

  • SIL 1 : Penggunaan sensor tunggal untuk kedua sistem  SIS dan BPCS sudah memenuhi persyaratan.
  • SIL 2 : Identical separation antara SIS dan BPCS sudah memenuhi persyaratan.
  • SIL 3 : Identical separation sudah memenuhi persyaratan, tetapi lebih baik jika menggunakan diverse separation.

2.  Final Control Element.

  • SIL 1 : Valve tunggal untuk SIS dan BPCS bisa digunakan asalkan unsafe failure rate-nya memenuhi persyaratan safety (safety integrity requirement). Selain itu, perancangannya harus menjamin bahwa aksi SIS harus bisa mengatasi (override) aksi BPCS.
  • SIL 2 : Identical separation untuk SIS dan BPCS sudah memenuhi persyaratan.  Sedangkan penggunaan valve tunggal untuk SIS dan BPCS bisa diterima asalkan dilakukan sefety review terlebih dahulu untuk meyakinkan bahwa safety integrity-nya terpenuhi.
  • SIL 3 : Identical seperation sudah memenuhi persyaratan, tetapi lebih baik jika menggunakan diverse separation.

3.  Logic Solver.

  • SIL 1 : Identical separation atau diverse seperation.
  • SIL 2 : Diverse separation, atau identical separation yang membutuhkan safety review terlebih dahulu untuk meyakinkan bahwa safety integrity-nya terpenuhi.
  • SIL 3 : Diverse separation.

Untuk kasus khusus dimana tidak mungkin melakukan pemisahan antara SIS dan BPCS (seperti pada sistem kontrol untuk turbin gas), maka diperlukan tambahan pertimbangan berikut:

  • Evaluasi terhadap kegagalan/failure dari komponen-komponen yang dipakai bersama (common) dan software, terutama menyangkut pengaruhnya terhadap kinerja SIS.
  • Life cycle support (seperti perubahan, pemeliharaan, testing dan dokumentasi) terhadap keseluruhan sistem harus diberlakukan sebagai sebuah SIS.
  • Adanya pembatasan akses ke program atau konfigurasi sistem.

4.  Communication.

  • No external communication : Diterima untuk semua SIL.
  • Hard-wired between BPCS and SIS : Dapat diterima untuk SIL 1 dan SIL 2. Sedangkan untuk SIL 3 diperlukan safety review untuk meyakinkan bahwa safety integrity-nya terpenuhi.
  • Read only external communication from SIS to BPCS : Dapat digunakan untuk semual SIL asalkan safety review sudah dilakukan untuk menjamin bahwa tidak ada kompromi terhadap safety. Salah satunya adalah dengan mengukur tingkat proteksi (write protection), antara lain: 1) Hard-wired switch (atau jumper) untuk membatasi akses untuk menulis (write access). 2) Safety function dilakukan di SIS ROM.
  • Read/write external communication with write protection of the safety function: Dapat digunakan untuk SIL 1 dan SIL 2 tetapi SIL 3 membutuhkan safety review.  Ukuran tingkat proteksi (write protection) adalah: 1) Pembatasan waktu akses untuk menulis (limited time for write access). 2) Software switch (seperti password) untuk membatasi akses untuk menulis.
  • Read/write external communication with limited or no write protection of the safety function: Bisa digunakan untuk SIL 1. Untuk SIL 2 memerlukan safety review. Sedangkan SIL 3 tidak diperbolehkan.

2 Tanggapan to “SIS : (10) Design Consideration – Separation”

  1. oke euy, eh sorry ngikut thread komentar posting ini untuk kenalan dulu, saya Agus Suhanto…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: