Asro Pun' Blog

Si Kuncup : (12) Selamat Tinggal

Posted by asro on 9 June 2009

Mami tersayang,

Surat saya yang terakhir ini hanya buat Mami. Surat ini bukan untuk menghukum Mami melainkan memberi ampun. Memang sangat menyedihkan harus memberi ampun kepada ibu sendiri! Mungkin karena itulah maka Yesus yang Mahakuasa menginginkan seorang ibu yang tak tercela, yang tidak memerlukan pengampunan.

Saya menulis kepada Mami untuk mengucap Selamat Tinggal!

Semoga Mami dapat hidup bahagia banyak tahun lagi meskipun saya sangsikan apakah mungkin. Semoga Mami dapat melupakan peristiwa sedih ini dalam hidup Mami selanjutnya.  Kini datang saat-saat kegelisahan bagi Mami. Saya dapat mendengar isak tangis Mami. Saya dapat merasakan gejolak hati Mami.

Tetapi itu semua baru titik awal dari sekian banyak air mata yang akan Mami curahkan secara diam-diam, tanpa diketahui oleh orang lain. Air mata itu merupakan  air mata penyesalan, air mata tobat dan kesedihan. Seorang ibu tak dapat melupakan buah kandungannya sendiri. Mami tak akan sanggup melupakan Si Kuncupnya Mami. Mustahil; itu melawan kondrat. Jika Mami mempunyai anak-anak yang lain, setiap kali Mami memandang mereka, Mami akan memandang wajahku, wajah yang tak pernah Mami lihat. Setiap kali Mami mencium mereka, akan terlintas dalam pikiran Mami tentang mencium saya, seorang anak yang keburu dimatikan.

Mami, saya ampuni Mami; saya doakan Mami; saya masih cinta akan Mami. Selamat Tinggal!

SI KUNCUP

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: