Asro Pun’ Blog

Si Kuncup : (11) Yesus Tercinta

Posted by asro pada 24 April 2009

Saya telah menulis surat kepada beberapa orang. Sekarang saya menulis juga kepadaMu. Engkau tahu, besok saya harus mati dan akan bergegas ke hadapanMu. Usiaku baru dua bulan. Saya belum terlalu banyak tahu tentang Engkau.

Saya telah menulis kepada beberapa orang untuk menuntut hakku, memprotes ketidakadilan yang besar ini. Tetapi sia-sia. Suaraku terlalu lemah. Saya tidak dapat berteriak di jalan-jalan; saya tidak dapat memimpin demonstrasi protes; saya tak dapat menggunakan kekerasan; saya tak dapat pergi ke pengadilan.

Tak ada harapan. Saya harus mati, jadi korban pendewaan diri dan kemunafikan keluargaku, keserakahan dokter, dan kekejaman masyarakat yang tak berperikemanusiaan.

Maka kini, saya naik banding. Saya ajukan perkaraku ke hadapanMu. Saya tahu bahwa semuanya harus tampil ke hadapanMu. Engkau akan menunjukkan keadilan dan membasmi setiap ketakadilan. Orang kaya tak dapat menyuap dan menakut-nakuti Engkau; orang cerdik pandai tak dapat lolos dari padaMu; dan kaum munafik tidak dapat bersembunyi dari hadapanMu.

Dalam beberapa hari ini saya telah mengeluh tentang nasibku, tentang ketakadilan besar terhadapku dan tentang akan lenyapnya hidupku. Tetapi sakarang terangMu mulai menyinari aku. Saya mengerti bahwa Engkau memiliki keadilan yang tak ada akhirnya untuk menampakkan kebenaran. Itu sebabnya Engkau begitu tenang dan kadang-kadang kelihatan seperti tidak mau peduli! Engkau dapat menggantikan ketakadilan terhadapku dengan hidup yang tak kenal akhir bersamaMu, suatu hidup yang penuh gembira, tidak dijamah oleh kecemasan dan kepahitan. Saya masih kecil tetapi Engkau bersabda: “Biarkanlah anak-anak datang kepadaKu”. Kita akan bermain bersama-sama dalam rumahMu yang indah, dalam taman-tamanMu yang besar.  Jutaan anak kecil seperti saya telah berada di sana. Mereka menantikan kedatangan saya.  Maka saya bahagia dapat datang kepadaMu dan tinggal denganMu selama-lamanya.  Orang ceritakan bahwa Engkau sangat baik terhadap anak-anak kecil, bahwa Engkau mencintai mereka lebih dari semua orang lain!

Batapa bahagianya bila besok siang saya berlari menemuiMu. Penuh Cinta Engkau akan memeluk aku dan menggendong aku agar dapat memberikan ciuman pertemuan bersamaMu. Kita akan bermain-main selama-lamanya. Saya tahu Engkau punya banyak kerja tetapi Engkau mencintai anak-anak kecil dan meluangkan waktu untuk mereka.

Satu hal lagi yang mau saya katakan kepadaMu, Yesus tercinta. Janganlah terlampau keras menghukum semua mereka yang terlibat dalam kematianku. Mereka buta dan tidak tahu akan apa yang mereka perbuat. Mereka sangka, mereka akan dapat meluputkan diri dari keadilanMu, pada hal tidak mungkin. Betapa mereka akan merasa sedih karena jatuh ke dalam tanganMu, Engkau pembela kaum tak terbela, Engkau Bapa para yatim piatu! Betapa ngerinya neraka! Meskipun mereka melakukan banyak kejahatan terhadapku, semoga Engkau mengampuni mereka, seperti Engkau telah mengampuni algojo-algojoMu dari atas kayu salib.

Yesus tercinta, saya cinta akan Dikau; saya rindu melihat terang wajahMu, melihat senyumMu. Terlalu gelap di sini! Saya tak pernah melihat wajah seorangpun!

SI KUNCUP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: