Asro Pun’ Blog

Si Kuncup : (10) Jadilah Suara Bagi Yang Tak Bersuara

Posted by asro pada 3 April 2009

Pater yang terhormat,

Pater adalah pastor paroki saya meski pun Pater belum mengenal saya dan rupanya tidak akan mengenal saya.  Mungkin sekali Pater akan mendengar perihal saya secara rahasia sewaktu ibuku membuat pengakuan.  Ia akan melukiskan malapetaka besar yang telah dihadapinya dan mohon pengampunan, ketenteraman dan kedamaian hati melalui Pater.  Kesalahannya telah terbayar mahal.  Saya harap Pater tidak terlalu keras terhadapnya.  Ia lebih sabagai korban dari pada sebagai penjahat.  Tak seorang pun rela menunjukkan pengertian, simpati, bantuan dan cinta kepadanya.

Begitu banyak orang menekan beliau, padahal ia masih begitu  muda dan goyah!

Hanya engkau Pater, yang mempunyai kuasa ilahi dalam tanganmu.  Pater adalah Yesus yang kelihatan di antara kami.  Pater mewakili dan melayani kebaikan, belas kasih dan pengampunanNya.  Pater, bapa yang lebih dari setiap bapa di bumi;  Pater pelayan Allah yang mahakuasa.

Kiranya Pater tidak terlalu keras terhadapnya!  Mungkin Pater juga tidak sampai mengerti benar keadaannya.  Bila Pater sampai berbalik dari padanya ia dapat tenggelam dalam putus asa dan hancur berantakan.

Tetapi Pater, saya masih punya permintaan yang lain.  Kami tidak punya suara, tetapi suaramu berwibawa, suaramu dapat bergema sebagai suara Allah di dunia.

Pater, jadilah suara kami, suara orang yang tak bersuara, pembela terhadap mereka yang paling tak terbela, PARA BAYI YANG DIGUGURKAN.  Teriakkan kepada setiap orang bahwa membasmi kami adalah pembunuhan, bahwa pengguguran adalah pembunuhan yang keji.  Lebih dari semua orang lain Pater adalah penegak hukum ilahi!  Jangan takut dan putus asa bila ada yang tidak mau mengerti, menentang dan menertawakan Pater.  Mereka tiran-tiran yang menuntut bagi dirinya hak membunuh kami yang tidak bersalah sedikitpun.  Mereka akan menertawakan Pater yang dianggapnya tidak mengerti tuntutan zaman, kolot; mereka akan mengatakan kepada Pater bahwa Pater tidak berhak menyampaikan pandangan dan pendapat agama dan keyakinan Pater kepada mereka.  Jangan terpengaruh oleh mereka.  Ini bukan melulu suatu perkara agama, melainkan suatu problem manusia.  Hak hidup adalah hak semua manusia, apa pun agama dan kepercayaannya.  Jika mereka menolak hak ini bagi kami, bukan saja mereka tidak  memiliki hak untuk didengarkan, tetapi juga mereka sendiri pun tidak punya hak untuk hidup.

Mengapa hidup mereka dianggap lebih baik daripada hidup kami?

Kehidupan tetap kehidupan! Jika kami tidak punya hak untuk hidup, mereka dan setiap orang lain pun tidak.  Kita kembali kepada hukum rimba, dimana yang memiliki hak hanyalah yang berkuasa dan agar supaya dapat hidup, kalian harus membenci, membunuh dan mengkhianati.  Dalam hukum rimba, yang lemah harus binasa.  Kami para YANG DIGUGURKAN, merupakan barisan pertama yang akan membuka pawai kematian.  Lalu menyusul orang-orang yang selalu sakit-sakitan, tidak mampu, gangguan mental, orang-orang tua dan semua yang dapat dianggap sebagai beban bagi keluarga dan masyarakatnya.

Pater terhormat, Pater imam Allah, pelayan gereja, pembela kaum lemah, suara mereka yang tak bersuara, penegak hukum ilahi dan karenanya juga pelindung peradaban yang benar.  Angkatlah suaramu pada waktu yang tampan atau tidak tampan untuk membela kehidupan, untuk membela anak-anak yang paling kecil, kami YANG DIGUGURKAN.

SI KUNCUP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: