Asro Pun’ Blog

Si Kuncup : (9) Dokter Yang Terhormat

Posted by asro pada 20 Maret 2009

Dok, hari ini saya menulis kepadamu.

Dok tahu, hidupku hanya tinggal beberapa hari lagi. Hidupku ada dalam tanganmu. Dok punya kemampuan untuk membunuh atau menyelamatkan saya. Dok seperti Allah, berurusan dengan hidup manusia. Betapa agung profesimu!

Pendahulu-pendahulumu dari zaman baheula telah memberikan suatu garisan tentang tugasmu yang agung itu. Mereka katakan: “Yang paling utama bagimu ialah jangan merusak”. Saya sangka setiap kali tanganmu beraksi, Dok gemetar karena suatu kehidupan sedang dipertaruhkan dalamnya. Demikian pun setiap kali bila Dok telah berhasil menyelamatkan suatu kehidupan, Dok pasti diliputi suatu kegembiraan yang istimewa. Dari segi ini memang sangat patut dimengerti mengapa Dok harus belajar dan berkurban begitu banyak biar pun Dok hanya harus menyelamatkan satu hidup saja. Dok engkau “ilahi”!

Dok, hari ini saya datang kepadamu dengan satu pertanyaan. Dok, katakan kepadaku hanya satu hal ini saja: “Mengapa sekarang Dok tega mau membunuh saya?”

UANG!?

Uang dianggap sangat penting dan telah menelan begitu banyak hidup manusia sebagai korbannya. Uang mengubah figur anda dari seorang yang berjasa untuk kemanusiaan menjadi seorang prajurit sewaan untuk membunuh; anda beralih menjadi pribadi murahan yang tidak berperikemanuasiaan.

Ingat, itu uang darah!

Dengan uang yang berlimpah-limpah anda dapat membeli semua hiburan dan kelezatan hidup tetapi anda tidak dapat membeli kebahagiaan.

Oh yaaaaa, anda akan mendermakan sebagian uang kepada gereja dan tempat-tempat ibadah. Anda akan membantu panti-panti asuhan. Bahkan anda akan turut serta membangun organisasi-organisasi dan gerakan-gerakan kemanusiaan, anda dianggap sebagai promotor dan pahlawan. Setiap orang akan tunduk kepadamu karena anda berduit.

Namun apakah andah mengira anda dapat menipu Allah sebagaimana anda menipu manusia? Hidup manusia milik Allah: Allah memberi, Allah akan mengampilnya kembali.

Pada hal anda menjadikan diri sebagai Allah, anda merebut hak-hak ilahi bagi dirimu, di atas satu dasar saja: UANG.

Uang adalah dewa yang paling berkuasa bagi mereka yang tidak berTuhan.

Tangisan-tangisan yang membisu dari sekian banyak bayi yang digugurkan olehmu tidak menyentuh bathinmu. Anda pun tahu bagaimana mengelakkan hukum dan merahasiakannya. Apa yang harus saya katakan kepadamu? Tunggu saja! Akan datang juga akhir bagimu, hari perhitungan itu!

Kita akan mengadakan perhitungan di tempat di mana suaramu akan tak didengarkan, dimana uangmu tidak bernilai lagi.

SI KUNCUP

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: