Asro Pun’ Blog

Si Kuncup : (8) Melalui Jalan Mana Si Kuncup Harus Pergi?

Posted by asro pada 24 Februari 2009

Mami tersayang,

Hari ini Mami kembali ke dokter. Dokter menggambarkan kepada Mami bermacam-macam cara yang dapat ditempuh untuk membunuh saya. Melalui jalan mana si Kuncup harus pergi? Saya pasti menderita, melalui cara apapun. Kini pilihan tergantung pada Mami.

Cara pertama ialah “Metode Vacuum Suction- penyedotan kandungan”. Dokter akan memasukkan suatu alat seperti pengisap debu untuk menghilangkan kotoran ke dalam rahim Mami. Alat itu akan menyedot saya . Saya akan keluar berkeping-keping dan dibuang ke dalam panci. Itulah akhir yang tak patut dibanggakan dari si Kuncupmu. Atau dokter dapat mengiris saya di sini dalam kandungan Mami dengan gunting dan menarik saya  keluar sepotong demi sepotong. Betapa saya diperlakukan jauh lebih kejam dari penjahat-penjahat yang paling jahat. Mereka dibunuh atas cara yang sekurang mungkin menimbulkan rasa sakit. Hanya pemakan-pemakan manusia yang paling biadablah yang mengerat-ngerat daging musuh mereka.

Juga dokter dapat membuka perut Mami melalui operasi dan menarik saya keluar hidup-hidup. Ia akan menenggelamkan atau mencekik saya atau membiarkan saya mati karena tak diberi  perlindungan. Sesudahnya kerap kali kami digunakan untuk percobaan ilmiah.

Cara keempat ialah menyemprotkan  larutan garam ke dalam cairan tempat saya berenang. Saya diracuni dengan larutan garam, membengkak lalu mati. Kulitku terbakar karena garam. Setelah itu Mami setiap saat dapat mengeluarkan saya dari kandungan Mami dalam keadaan mati lebam.

Akibat yang sama diperoleh dengan penyuntikan prostaglandin atau dengan memotong tali pusat saya dan membiarkan saya mati karena perdarahan.

Bagi si Kuncupnya Mami, semua cara itu sangat kejam. Tubuhku yang mungil akan dibuang sebagai sampah lalu dibakar. Saya tidak boleh meninggalkan jejak. Tak seorang pun boleh tahu tentang saya. Tak seorang manusia pun akan ingat dan mendoakan saya. Saya dianggap memalukan sehingga harus segera dibasmi dan dilupakan.

Namun, apa dosaku? Siapa-siapa yang telah saya sakiti? Yang dianggap sebagai kesalahan saya satu-satunya hanyalah karena saya ada, karena saya tercipta akibat dosa orang lain, karena kehadiranku diangggap tidak menyenangkan beberapa orang.

Tetapi saya ada dan akan tetap ada. Tak seorangpun dapat melenyapkan saya. Akan tiba saatnya, kita berjumpa lagi: saya, Mami, pembantu-pembantu Mami, orang tua Mami, dokter, dan seluruh masyarakat yang munafik ini. Kita akan bertemu di depan Allah dan segala sesuatu akan dibeberkan. Setiap orang akan mendapat haknya, setiap kemunafikan akan ditindak.

Saya menantikan hari itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: