Asro Pun’ Blog

Safety Barrier

Posted by asro pada 26 Desember 2008

Kebakaran merupakan malapetaka yang sangat menakutkan, karena kerugian yang diakibatkannya sangat besar termasuk hangusnya harta benda, kerusakan fasilitas, bahkan nyawa-pun melayang karenanya.

Menurut teori, kebakaran itu terjadi karena adanya 3 unsur, yaitu oksigen, bahan bakar (bahan yang mudah terbakar) dan panas/nyala/percikan api. Ketiga unsur pemicu api tersebut di dunia perapian (Fire & Safety) dikenal dengan nama segi tiga api (fire triangle).

barrier-1

Kebakaran/api akan terjadi jika ketiga unsur ini ada, tanpa kehadiran salah satu unsur saja, kebakaran tidak akan terjadi. Oleh karena itu, cara yang paling efektif untuk mencegah terjadinya kebakaran adalah dengan  memutuskan hubungan antara ketiganya.

Industri perminyakan merupakan industri yang mengolah minyak bumi menjadi berbagai macam produk, baik berupa produk jadi maupun setengah jadi (intermediate). Karena bahan yang diolah merupakan minyak bumi, maka di area/lokasi industri perminyakan kemungkinan besar banyak terdapat minyak atau gas yang berasal dari minyak bumi yang merupakan salah satu jenis bahan bakar terbaik saat ini. Dari sudut pandang segi tiga api,  di lokasi industri perminyakan sudah ada dua unsur, yaitu bahan bakar (minyak dan gas) dan oksigen (pasti ada, kecuali kalau industri tersebut adanya di ruang angkasa).

Sehubungan dengan kemungkinan adanya minyak/gas ini, area industri perminyakan dibagi menjadi beberapa kelompok, yaitu: 1) Non-Hazardous area (area aman) : area dimana tidak ada minyak/gas yang mudah terbakar, baik pada kondisi normal maupun tidak normal (abnormal).  2) Hazardous area Class I Div 2 (area berbahaya) : area dimana minyak/gas yang mudah terbakar kemungkinan ada pada kondisi tidak normal (sewaktu-waktu).  3) Hazardous area Class I Div I (area lebih berbahaya dari Class I Div 2) : area dimana pada kondisi normal, minyak/gas yang mudah terbakar selalu ada terus menerus, sekali-sekali atau secara periodik.

Pembagian ini merujuk standard yang digunakan di Amerika, yang sedikit berbeda dari yang digunakan di Eropa.

Sebagaimana industri-industri lainnya, industri perminyakan juga banyak menggunakan peralatan yang berbasis listrik atau electronic. Peralatan yang menggunakan daya listrik selalu menghasilkan panas atau bahkan terkadang percikan api yang pada level tertentu bisa menimbulkan kebakaran. Nah, jika peralatan listrik/electronic ini digunakan di industri perminyakan yang hampir setiap waktunya sudah memiliki 2 unsur api, maka akan sangat rawan terhadap terjadi kebakaran. Oleh karena itu, hampir semua peralatan listrik/electronic yang digunakan di industri perminyakan harus diproteksi. Ada berbagai jenis sistem peroteksi yang digunakan, yang kesemuanya bertujuan melokalisir/memutuskan hubungan antara panas/percikan api yang ditimbulkan oleh peralatan listrik/electronic tersebut dengan minyak/gas dan oksigen/udara yang ada di area industri perminyakan, sehingga kebakaran bisa dicegah.

Jenis proteksi tersebut, antara lain: 1) Flameproof enclosure; 2) Intrinsically-safe; 3) Pressurization; 4) Increased safety; 5) Type N protection; 6) Special protection; 7) Oil-immersion; 8.) Powder/sand filling; dan 9) Encapsulation.

Lalu apa hubungan semua yang ditulis ini dengan judul diatas? Safety barrier (lebih tepatnya intrinsically safety barrier) merupakan suatu peralatan electronic yang digunakan sebagai bagian dari sistem proteksi intrinsically-safe. Untuk itu, mari kita pelajari lebih jauh seperti apa sistem proteksi intrinsically-safe itu dan dimana letak perannya safety barrier.

Prinsip kerja sistem proteksi pada intrinsically-safe adalah dengan cara membatasi energi listrik pada rangkaian yang masuk ke Hazardous area sehingga apabila timbul percikan api atau panas yang disebabkan oleh kerusakan peralatan listrik/electronic maka percikan atau panas tersebut tidak sanggup memicu terjadinya api/kebakaran. Intrinsically-safe umumnya berupa sistem yang terdiri dari beberapa peralatan yang terhubung dalam rangkaian listrik, yang disebut Intrinsically-safe circuit. Semua peralatan yang terhubung ke intrinsically safe circuit yang berada di hazardous area harus diapproved sebagai intrinsically-safe apparatus (kecuali peralatan yang masuk dalam kategori simple apparatus). Intrinsically-safe apparatus, yang berupa transmitter, detector, converter atau sejenisnya selalu terhubung ke panel operator (DCS atau analog panel) di Control room. Ruangan control room masuk dalam kategori non hazardous area,  sehingga panel operator tidak (perlu) di-approved sebagai intrinsically-safe apparatus (kalau mau di-approved juga tidak apa-apa, tetapi harganya akan sangat mahal). Untuk menjaga agar energi listrik dari panel control room yang umumnya besar (karena tidak dibatasi) tidak masuk ke intrinsically-safe circuit di hazardous area yang energinya sudah dibatasi, digunakan peralatan yang namanya safety barrier. Jika peralatan di hazardous area disebut sebagai intrinsically-safe apparatus, maka safety barrier disebut sebagai associated apparatus. Sama dengan intrinsically-safe apparatus, associated apparatus juga harus di-approved. Sebenarnya associated apparatus tidak hanya safety barrier saja, ada juga peralatan lain yang sama fungsinya dengan safety barrier, seperti I/O DCS yang sudah di-approved untuk koneksi ke intrinsically-safe apparatus juga masuk kategori associated apparatus. Untuk lebih jelasnya perhatikan gambar dibawah ini.

barrier-2

Semoga dengan melihat gambar ini, sudah bisa sedikit memahami apa itu intrinsically-safe dan apa peran safety barrier dalam intrinsically-safe circuit. Selain ditempatkan di Non Hazardous Area seperti gambar diatas, ada safety barrier dengan design khusus bisa  ditempatkan di Hazardous Area (umumnya di area Class I Div 2 atau Zone 2 untuk klasifikasi Eropa). Begitu juga dengan IS-apparatus, bisa ditempatkan hingga Class I Div 1/Zone 0 (dengan code Ia) atau hanya sampai ke Class I Div 2/Zone 2 (dengan code Ib). Selanjutnya sesuai judul tulisan ini, akan dibahas lebih jauh tentang Safety Barrier.

Jenis Safety Barrier. Ada dua jenis safety barrier, yaitu zener barrier dan isolator barrier. Berikut adalah perbedaan antara keduanya.

barrier-3

Penggunaan pasangan Intrinsically-safe apparatus dan Associated apparatus dalam  suatu Intrinsically-safe circuit tidak boleh sembarangan. Sehubungan dengan hal ini, terdapat dua alternative, yaitu:

Alternative 1 :  Pemilihan pasangan Intrinsically-safe apparatus dan Associated apparatus disesuaikan dengan ketentuan manufacturer.  Ini paling gampang, karena tinggal mengikuti panduan dari manufacturer karena informasinya sudah sangat jelas, termasuk type/model-nya, misalnya transmitter model ABC harus digunakan dengan safety barrier model 123, dsbnya. Informasi ini biasanya dituangkan dalam dokumen yang disebut control drawing, seperti berikut:

barrier-4

Alternative 2 : Jika tidak ada panduan/ketentuan dari manufacturer atau jika kita sengaja tidak mengikuti panduan manufacturer untuk alasan tertentu, maka pemilihan safety barrier harus mempertimbangkan beberapa hal berikut:

barrier-5

Berikut adalah contoh pemilihan pasangan Intrinsically-safe apparatus dan Associated apparatus, jika tidak ada control drawing dari manufacturer (Alternative 2).  Di suatu unit operasi II, akan dipasang potitioner baru. Potitioner yang digunakan adalah Foxboro Eckard SRD 991, dengan intrinsically-safe protection. Selanjutnya akan dicari jenis safety barrier yang akan menjadi pasangan positioner tersebut.

barrier-6

barrier-7

6 Tanggapan to “Safety Barrier”

  1. susiono said

    terimakasih,
    infonya sangat bermanfaat

  2. asro said

    Buat Susiono, terima kasih atas kunjungannya.

  3. Golan Hamonangan said

    Pak Asro,

    Mantep banget infonya pak, ini lagi lihat2 tentang modul COMPEX training…
    Hampir sama, kalau bpk punya modul COMPEX training mohon di sharing ya pak…

    Terima kasih banyak infonya…

  4. asro said

    Buat Golan, terima kasih atas kunjungannya. Saya tidak punya modul COMPEX training, kalau boleh tahu training untuk apa itu?

  5. edy said

    tanya pak, kalo intrinsically-safe apparatus itu cara kerjanya gimana ya? bagaimana dia membatasi energi listrik sehingga aman jika terjadi pacuan api?
    terimakasih

  6. bonar marbun said

    terima kasih pak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: