Asro Pun’ Blog

Si Kuncup : (3) Ada Apa?

Posted by asro pada 26 November 2008

Mami tersayang,

Malam tadi, ketika saya sampaikan berita besar kepadamu tentang kehadiranku dekat jantungmu, saya kira saya tengah membawakan suatu kegembiraan yang paling besar yang dapat dimiliki seorang wanita di atas bumi.  Bukankah menjadi ibu adalah sesuatu yang agung?  Tidak indahkah menjadi sumber hidup seorang manusia baru, menjadi partner Allah dalam menciptakan sesuatu yang sangat bernilai di bumi ini?  Apakah Mami memiliki sesuatu yang lain yang lebih berharga dari pada hidup?  Bayangkanlah kembali tentang kegembiraan masa kecil Mami; tentang cinta oma dan opa; tentang semua yang indah-indah yang Mami nikmati; tentang impian kebahagiaan ketika Mami sebagai seorang anak kecil terbaring di atas tempat tidur dengan mata terbeliak lebar menghitung bintang-bintang di loteng kamar Mami dan tersenyum kepada oma yang dengan penuh cinta membungkuk membelai Mami.  Mami adalah kesayangan oma.  Mami merasa begitu yakin seolah-olah langit adalah milik Mami sendiri.  Sayapun mengimpikan, suatu hari akan menikmati kebahagiaan yang sama, jadi kesayangan Mami.

Tetapi ada apa?  Betapa mengecutkan hati ketika melihat bahwa Mami menangis sepanjang malam di tempat tidur, tanpa lelap sekejap pun.  Saya melihat Mami sekian bingung dan gelisah.  Mami menahan tangis  dengan menekan ujung selimut menutup mulut Mami.  Saya merasakan kebingungan Mami, kekecewaan, kegelisahan dan keputusasaan.  Sekarang Mami demam dan tak dapat bangun.  Saya sangat menyesal karena menjadi biang-keladi penyakit Mami.  Tetapi saya tidak mengerti , mangapa!

Maafkan saya, Mami!  Mami tahu, saya mencintai Mami lebih dari diriku sendiri.  Saya rela mempertaruhkan hidupku demi kebahagiaan Mami.  Orang katakan hidup saya belum terlalu penting.  Siapa tahu mungkin kelak saya akan menjadi seorang suci atau penjahat, seorang pahlawan atau pengkhianat atau barangkali hanya seorang dari manusia-manusia biasa yang tak terbilang jumlahnya, seorang di tengah massa yang dikenal oleh beberapa teman saja, tidak diketahui oleh banyak orang, sekedar memenuhi salah satu kolom statistik?

Tetapi biar pun demikian, saya mencintai anugerah kehidupan, saya rindu terang, rindu kebahagiaan, rindu mencintai.  Mungkin hidupku akan memiliki keindahan hal-hal kecil, hal-hal biasa, hal-hal yang nyata, hal-hal yang hanyalah butir-butir kebahagiaan.

Biarkanlah hidupku hanya jadi salah satu dari mereka: suatu butir kebahagiaan yang dapat dinikmati bersama orang lain.

Mengapa Mami menangis?  Mengapa cemas?  Allah akan memelihara saya!

Mami, katakanlah kepadaku satu hal ini saja : Ada apa, Mami??

SI KUNCUP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: