Asro Pun’ Blog

Si Kuncup : (1) Kepada Pembaca Tercinta

Posted by asro pada 17 November 2008

Tulisan berseri ini diambil (ditulis ulang) dari buku kecil berjudul Surat-surat dari dan kepada si KUNCUP oleh Joseph Giaime SDB, terjemahan Theo T Balella SVD. Semoga bermanfaat.

Saya seorang anak kecil yang dihukum mati sebelum lahir. Saya dihukum untuk lenyap tanpa pernah melihat sinar matahari, tanpa pernah bermain-main di taman dengan saudara dan saudari-saudariku, tanpa pernah mampu menatap wajah ibuku. Saya harus mati sebagai korban suatu masyarakat yang sangat mendewakan diri sendiri, yang kejam dan munafik, yang menghukum matikan kami semaunya. Masyarakat itu sungguh suatu masyarakat yang tak berperikemanusiaan, suatu masyarakat yang tak berTuhan yang dengan cara ini tengah mempersiapkan kehancurannya sendiri.

Saya menulis surat yang pertama ini kepada kalian semua yang mau membaca lembaran-lembaran berikut dengan perhatian dan cinta; kepada anda semua yang coba mengerti keadaan dan hak-hak kami. Saya menulis kepada kalian yang sedia melakukan sesuatu untuk membela makhluk yang paling lemah tetapi sangat tidak terbela, paling murni tetapi sangat tersiksa: PARA BAYI YANG DIGUGURKAN.

Saya menulis kepadamu untuk mengingatkan kalian dan untuk meneriakkan kepada seluruh dunia bahwa kami juga manusia, bahwa kami juga memiliki hak hidup yang tak dapat dicabut untuk mengejar kebahagiaan, bahwa untuk melindungi hak-hak inilah telah dibentuk pemerintahan-pemerintahan di antara umat manusia. Di atas segala-galanya, saya ingin mengingatkan kalian bahwa hak hidup yang suci yang berasal dari Allah tak boleh diganggu-gugat. Allah adalah jaminannya. Allah hakim.

Tetapi mengenai darah kamu, yakni nyawa kamu, Aku akan menuntut balasnya; dari segala binatang aku akan menuntutnya dan dari setiap manusia aku akan menuntut nyawa sesama manusia. Siapa yang menumpahkan darah manusia, darahnya akan tertumpah oleh manusia, sebab Allah membuat manusia itu menurut gambarannya sendiri“.

Allah tidak dapat acuh tak acuh terhadap perintahNya sendiri : “Jangan membunuh“.

SI KUNCUP.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: