Asro Pun’ Blog

Process Control : (6) Split Range Control

Posted by asro pada 7 November 2008

Split range control merupakan konfigurasi kontrol dimana output suatu controller digunakan untuk menggerakan lebih dari satu actuator (control valve), dengan rentang kerja satu actuator dengan actuator lainnya umumnya berbeda.  Kegunaan split range control adalah untuk memperbesar rentang control (valve/actuator). Untuk lebih memahami konfigurasi split range control ini, perhatikan gambar berikut ini.

Ini merupakan suatu KO drum.  Dalam sistem ini, pada kondisi normal yang beroperasi adalah control valve yang kearah compressor, sedangkan control valve ke flare akan bekerja jika ada kelebihan pressure.  Untuk maksud ini, digunakan split range control seperti pada gambar tersebut, dimana pada kondisi output controller 0 – 50%  (bergantung kebutuhan, bisa juga 0 – 75% atau lainnya) akan menggerakan control valve compressor 0 – 100%, sedangkan output controller 50 – 100% akan menggerakan control valve flare 0 – 100% (control valve compressor tetap pada posisi 100%), begitu pula dengan arah sebaliknya.

Pada sistem ini, control valve flare diharapkan bereaksi cepat untuk membuang kelebihan pressure, sebaliknya  control valve compressor diset agar bereaksi lamban untuk menjaga kestabilan operasi compressor. Dari prespektif control, hal ini tidak mungkin dilakukan. Untuk mengatasi permasalahan ini, maka konfigurasi split range control ini diganti dengan konfigurasi yang menggunakan 2 buah controller, seperti pada gambar berikut.

 

Kedua controller menggunakan pressure transmitter yang sama. Dengan konfigurasi ini,  masing-masing controller dapat di-tunned untuk response yang berbeda, dalam hal ini controller compressor di-tunned untuk response lambat sedangkan controller flrare untuk response cepat. Kebutuhan split-range dapat dilakukan dengan memberi setpoint yang berbeda untuk kedua controller (setpoint controller flare jauh lebih tinggi dari compressor).

Contoh konfigurasi split range control lainnya adalah seperti pada gambar berikut.

 

Ini adalah sebuah Heat Exchanger, dengan controller (TC) dikonfigurasi dalam 2 mode, yaitu Split Range dan Oposite (merupakan bentuk khusus dari splite range). Dalam konfigurasi Splite Range, outpout TC  0 – 50% akan membuka control valve CV1 (0 – 100% ) sedangkan output 50 – 100%  akan menutup control valve CV2 (100 – 0%),  demikian pula sebaliknya. Sedangkan dalam konfigurasi Oposite, output TC 0 – 100% akan membuka CV1 (0 – 100%) dan sekaligus menutup CV2 (100 – 0%), demikian pula sebaliknya.

Jenis konfigurasi split range control lainnya adalah yang dikenal dengan nama valve position controller.  Perhatikan sistem Tanki Netralizer berikut.

Dalam sistem ini, air dinetralkan dengan menggunakan reagent, untuk itu sistem dilengkapi dengan PH controller AC1-1 dalam konfigurasi split range. Output AC1-1 dibagi oleh blok AY1-1 menjadi dua, yaitu ke valve dengan ukuran kecil (small valve) dan ke valve besar (large valve), dengan rentang signal sbb: Out AC1-1  0 – 10%   ke Valve kecil sedangkan 10 – 100% ke Valve besar, ini disesuaikan dengan ukuran valve, yaitu valve kecil berukuran 10 kali valve besar. Penggunaan split range dengan ukuran valve yang jauh berbeda seperti ini dalam prakteknya mempunyai banyak kelemahan. Valve besar dengan deadband (backlash) dan resolution limit (stick-slip) yang lebih besar dari valve kecil akan menyebabkan osilasi terutama pada saat peralihan aksi dari valve besar ke valve kecil. Untuk mangatasi permasalahan ini, digunakan konfigurasi valve position control seperti pada gambar berikut.

 

Pada konfigurasi ini, output AC1-1 digunakan untuk menggerakan kedua valve tanpa dibagi (split), hanya saja untuk valve besar sinyal control tidak langsung menggerakan valve, tetapi dimasukan dulu ke  control ZC1-1.  ZC1-1 dengan aksi integral (integral only control action) yang lambat dimaksud untuk mencegah terjadi osilasi yang disebabkan oleh nilai deadband dan resolution limit  yang besar pada valve besar.

3 Tanggapan to “Process Control : (6) Split Range Control”

  1. Kidkusti said

    Terima kasih, buat penjelasanya saya mau coba bikin simulasinya.
    Tolong di koreksi nich, saya punya simulasi pake Excell untuk Split COntrol Pressure. Kira2 bisa saya kirim ke emailnya?

    Thanks

  2. asro said

    Buat Kustaman, terima kasih atas kunjungannya. File simulasi bisa dikirim ke yosepasro@yahoo.com, semoga saya bisa bantu.

  3. Wisnu said

    Mas Asro, kalau split range yang digunakan karena range flow rate sangat besar gimana ceritanya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: