Asro Pun’ Blog

Pengukuran Trace Nitrogen – ASTM D-4629

Posted by asro pada 7 Oktober 2008

Standard ASTM D-4629 mengatur prosedur untuk menentukan total Nitrogen (trace) yang terkandung dalam hydrocarbon cair yang menguap pada rentang temperature 50 – 400 oC, dengan viskositas antara 0.2 – 10 cSt pada temperature ruangan. Jenis Hydrocarbon yang ditangani oleh Standard ini adalah Naphtha, Distillates dan berbagai minyak (oils) yang mengandung  total nitrogen 0.3 – 100 mg/kg.

Prinsip Kerja.  Sample hydrocarbon cair dimasukan dengan menggunakan syringe atau boat inlet system kedalam aliran inert gas (helium atau argon). Sample diuapkan dan dimasukan kedalam daerah bertemperature tinggi dimana pada daerah tersebut gas oksigen juga diinjeksi, sehingga nitrogen yang terkandung dalam sample diubah menjadi NO (nitric oxide).  Selanjutnya NO akan bersentuhan dengan ozone sehingga berubah menjadi  excited nitrogen oxide  (NO2 yang bereksitasi). Cahaya hasil eksitasi kemudian diukur oleh photomultiplier tube, hasil pengukuran tersebut sebanding dengan nitrogen yang terkandung dalam sample.

Konfigurasi Instrument.  Konfigurasi peralatan sesuai ASTM D-4629 adalah sbb: 1) Electric Furnace, yang digunakan untuk menjaga  ruangan pada temperature yang cukup untuk menguapkan sample dan mengoksidasi nitrogen menjadi NO. Temperature furnace disesuaikan dengan rekomendasi manufacturer (kira-kira 1000 oC).  2) Combustion Tube, sebagai wadah dimana sample diuapkan, dioksidasi dan dieksitasi.  Difabrikasi sesuai dengan manufacturer design.  3) Drier Tube, sebagai wadah untuk menghilangkan uap air sebagai hasil sampingan dari reaksi oksidasi sebelum diukur oleh detector. Proses pembersihan uap air dapat dilakukan dengan srubber magnesium perchlorate [Mg(ClO4)2] atau membrane drying tube atau metoda lainnya sesuai spec manufacturer.  4) Chemiluminescent Detector, untuk mengukur cahaya eksitasi yang dihasilkan dalam reaksi antara NO dan ozone.  5) Totalizer, berfungsi menerima sinyal dari detector, memprosesnya dan menghitung total nitrogen. Berbasis digital (Built in microprocessor atau External computer).  6)  Micro-litre Syringe, berguna sebagai penakar sample yang akan dianalisa secara akurat sesuai kebutuhan (5, 10, 25, 50 atau 250 micro litre).  7) Recoder (optional), untuk mencetak hasil analisa.  8.) Sample inlet system, ada beberapa pilihan, yaitu: i) Manually Operated Syringe; ii) Syringe dengan  constant rate injector system; iii) Boat Inlet System.  9) Quartz Insert Tube (optional) berguna untuk membantu proses oksidasi agar lebih sempurna;  10) Vacuum System (optional): merupakan kelengkapan dari detector untuk menjaga kondisi vacuum sehingga bisa didapat signal to noise ratio yang baik.  11) Analytical Balance (optional).

2 Tanggapan to “Pengukuran Trace Nitrogen – ASTM D-4629”

  1. Yani said

    Pak, boleh tanya tentang Kromatografi gas solid, saya butuh info…. apa bapak bisa bantu???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: