Asro Pun’ Blog

TI di Industri Proses

Posted by asro pada 21 Mei 2008

Penggunaan teknologi informasi (TI) di Industri khususnya industri proses (process industry)  saat ini sudah mencakup semua aspek, baik untuk kebutuhan operasi unit proses, kebutuhan kantor hingga pada kebutuhan pengambil keputusan (level management).

Khusus untuk operasi unit proses, penggunaannya dimulai tahun 1960-an, yaitu saat dipergunakannya komputer untuk mengontrol operasi unit proses melalui konfigurasi DDC (Direct Digital Control), disusul DCS (Distributed Control System) ditahun 1970-an hingga saat ini.  Saat ini penggunaan TI pada level operasi unit proses tidak hanya terbatas pada   pengontrolan (process control) tetapi juga mencakup berbagai keperluan yang tidak terkait langsung dengan operasi unit proses, seperti untuk aplikasi safety, fire & gas, realiabilitas (condition monitoring), untuk inventory, dsbnya.

Gambar berikut merupakan salah satu contoh konfigurasi TI disalah satu industri proses.

Dalam pandangan control & instrument engineer, jaringan komputer (TI) dalam industri proses dibagi menjadi 3 level.

Level pertama (tingkat paling bawah) disebut Control system merupakan tingkat dimana semua aplikasi yang berhubungan langsung dengan operasi unit proses dijalankan. Pada tingkat ini, terdapat beberapa aplikasi/system seperti:

  • Distributed Control System  (DCS) yang digunakan untuk mengontrol dan memonitor operasi unit proses.
  • Programmable Logic Control (PLC), digunakan untuk menjalankan aplikasi logic baik untuk safety instrumentation system maupun untuk aplikasi logic  lainnya.
  • Autotamic Tank Gauging (ATG) untuk memonitor kondisi operasi tanki (inventory system).
  • Fire & Gas System (F&G), untuk memonitor kebocoran gas dan adanya api/kebakaran.
  • Condition Monitoring System (CMS), untuk memonitor kondisi (vibrasi, temperature) rotating equipment.
  •  SCADA untuk power system.

Jaringan  pada level ini dibagi menjadi 2, yaitu Control Network dan Fieldbus.  Control network digunakan untuk komunikasi antara Controller/Control Unit/RTU dengan Server/MMI (Man Machine Interface), sedangkan Fieldbus digunakan untuk komunikasi antara Controller/Control Unit/RTU dengan sensor/transmitter/valve/actuator yang ada di field. Terdapat berbagai jenis control network yang digunakan, mulai dari yang sifatnya proprietary sampai dengan yang bersifat open (Ethernet, TCP/IP). Begitu juga dengan fieldbus ada yang proprietary, ada juga yang open system seperti foundation fieldbus, profibus, Modbus, dsbnya. 

Level kedua disebut Control Insformation System (CIS), pada level ini beberapa aplikasi  dijalankan. Level ini juga merupakan perantara antara aplikasi control system dan palikasi pada level MIS. Beberapa aplikasi yang dijalankan  di level ini adalah

  • Plant Information Management System (PIMS) merupakan aplikasi plant database yang mengumpulkan semua data yang diperoleh dari setiap aplikasi untuk digunakan oleh aplikasi lainnya.
  • Advanced Process Control (APC) merupakan aplikasi untuk mengontrol operasi unit process. Aplikasi ini berada diatas DCS, dimana output dari aplikasi  ini akan digunakan sebagai setpoint untuk basic process control yang dijalankan di DCS.
  • Laboratorium Information Management System (LIMS), merupakan aplikasi untuk otomatisasi laboratorium.

Level ketiga disebut Management Information System (MIS), pada level ini semua aplikasi pada level enterprise dijalankan. Aplikasi-aplikasi tersebut terdiri dari:

  • Aplikasi  finansial/accounting.
  • Aplikasi SDM.
  • Aplikasi Kelogistikan.
  • Aplikasi Pemeliharaan.
  • Aplikasi Web.

Pada level ini juga semua PC untuk keperluan kantor dan PC client dijalankan.  Level ini berada pada jaringan LAN/Intranet perusahaan.

Keamanan dan Kehandalan.

Mengingat sistem jaringan (IT) ini digunakan untuk layanan suatu industri, maka keamanan dan kehandalan sistem IT tersebut harus mendapat prioritas. Semakin kebawah level jaringannya semakin tinggi  tingkat keamanan dan kehandalan yang diperlukan karena semakin dekat dengan operasi unit proses yang tidak boleh berhenti beroperasi. Jaringan masing-masing level secara fisik berbeda. Jembatan antara ketiga level jaringan (Control,  CIS dan MIS) adalah  PIMS. PIMS mengoleksi data-data yang berasal dari aplikasi/sistem pada  ketiga level, mengolahnya dan memberikan data tersebut ke setiap aplikasi pada ketiga level jaringan yang memerlukannya. Masing-masing level jaringan dilengkapi dengan firewall dan antivirus. Untuk menigkatkan kehandalannya, jaringan pada level CIS dan Control System dibuat dual redundant, bahkan pada aplikasi tertentu di level Control System dibuat triple redundant.

4 Tanggapan to “TI di Industri Proses”

  1. Nova Kurniawan said

    Bolehkah saya mengundang mas untuk join di forum instrumen & kontrol engineer kami di id-instrumentation@googlegroups.com

  2. asro said

    Nova, terima kasih atas kunjungannya.

  3. Febby said

    Pak Asro,

    Terima kasih sharingnya…apakah Bapak punya pengalaman memasang antivirus di PCN (process Control Network) dan di PIN (Process Information Network). Apakah ada pengaruhnya kepada performa sistem kontrol yg ada?

  4. asro said

    Anti virus tidak berpengaruh pada performance control.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: