Asro Pun’ Blog

Arsip untuk ‘Dasar Akuntansi’ Kategori

Dasar Akuntansi : (2) Pencatatan Transaksi

Posted by asro pada 19 Mei 2011

Seperti dijelaskan dalam tulisan sebelumnya, bahwa input dari proses akuntansi adalah transaksi.   Setiap transaksi akan menyebabkan dua jenis perubahan yang bersifat menambah (+) atau mengurangi (-) pada elemen persamaan akuntansi (PEA). Berikut ini akan diberikan contoh pencatatan transaksi dalam proses akuntansi yang berlandaskan pada persamaan PEA.

  1. Transaksi 01 : Tanggal 01 Januari 2011, Bapak Heri menyerahkan uang tunai sebesar Rp. 10.000.000,- sebagai setoran modal ke PT. ABC. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa uang tunai bertambah Rp. 10.000.000 dan elemen Ekuitas berupa modal saham atas  nama Bapak Heri juga bertambah Rp. 10.000.000).
  2. Transaksi 02 : Tanggal 02 Januari 2011, Bapak Heri menyerahkan komputer seharga Rp. 5.000.000,- untuk kegiatan bisnis PT. ABC sebagai setoran modal saham. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa komputer bertambah Rp. 5.000.000,- dan elemen Ekuitas berupa modal saham atas nama Bapak Heri bertambah Rp 5.000.000,-)
  3. Transaksi 03 : Tanggal 03 Januari 2011, PT. ABC membeli tunai bahan habis pakai seharga Rp. 1.000.000,- (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa bahan habis pakai bertambah Rp. 1.000.000,- dan elemen Aset lainnya berupa uang tunai berkurang Rp. 1.000.000,-).
  4. Transaksi 04 : Tanggal 04 Januari 2011,  PT. ABC membeli peralatan kantor senilai Rp. 4.000.000,- secara kredit. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa peralatan kantor bertambah Rp. 4.000.000,- dan elemen  Utang berupa utang usaha bertambah Rp. 4.000.000,-).
  5. Transaksi 05 : Tanggal 15 Januari 2011 PT. ABC melunasi utang ke Toko Abadi Rp. 4.000.000,- . (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa  uang tunai berkurang Rp. 4.000.000,- dan elemen Utang berupa utang usaha berkurang Rp. 4.000.000,-).
  6. Transaksi 06 : Tanggal 16 Januari 2011, PT. ABC membayar tunai biaya honorarium karyawan Rp. 1.500.00,-. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa uang tunai berkurang Rp. 1.500.000,- dan elemen Biaya berupa biaya gaji bertambah Rp. 1.500.000,-).
  7. Transaksi 07 : Tanggal 17 Januari 2011, PT ABC menerima tagihan dari PLN yang menyebutkan bahwa listrik yang harus dibayar PT. ABC adalah Rp. 100.000,-. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Biaya berupa biaya listrik bertambah Rp. 100.000,- dan elemen Utang berupa utang listrik bertambah Rp. 100.000,-).
  8. Transaksi 08 : Tanggal 18 Januari 2011 PT. ABC memperoleh pendapatan secara kredit Rp. 3.000.000,- yang berasal dari penyewaan gudang. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa piutang usaha bertambah sebesar Rp. 3.000.000,- dan elemen Pendapatan berupa pendapatan sewa gudang bertambah Rp. 3.000.000,-).
  9. Transaksi 09: Tanggal 19 Januari 2011, PT. ABC mengumumkan pembagian dividen sekaligus membayar tunai dividen tersebut Rp. 500.000,-. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa uang tunai berkurang Rp. 500.000,- dan elemen Pengembalian Ekuitas berupa dividen bertambah Rp. 500.000,-).
  10. Transaksi 10 : Tanggal 20 Januari 2011, PT. ABC memperoleh uang tunai yang berasal dari pelunasan transaksi pendapatan kredit Rp. 3.000.000,- tertanggal 18 Januari 2011. (Transaksi ini akan menyebabkan elemen Aset berupa uang tunai bertambah Rp. 3.000.000,- dan elemen Aset berupa piutang usaha berkurang Rp. 3.000.000,-).

Ringkasan aplikasi pencatatan transaksi dari tanggal 01 Januari s/d 20 Januari 2011 adalah sebagai berikut:

Yang perlu diperhatikan dari tabel pencatatan transaksi ini adalah bahwa sisi kiri tabel yang berupa penggunaan dana dan sisi kanan tabel yang berupa pemerolehan dana harus seimbang.

Ditulis dalam Dasar Akuntansi | 1 Komentar »

Dasar Akuntansi : (1) Apa itu Akuntansi?

Posted by asro pada 2 Mei 2011

PENGERTIAN AKUNTANSI.     Banyak  ahli yang mendefinisikan akuntansi, salah satunya adalah seperti yang dikutip dalam buku “Akutansi itu ternyata Logis dan Mudah”, edisi kedua yang ditulis oleh Dr. Sony Warsono, Arif Darmawan SE dan M. Arsyadi Ridha SE yang menjadi sumber utama tulisan berseri ini, sebagai berikut : Akutansi (accountancy) adalah proses sistematis untuk mengolah transaksi menjadi informasi keuangan yang bermanfaat bagi para penggunanya.

Sebagai suatu proses, akuntansi terdiri dari 3 komponen utama, yaitu: (1) Input yang berupa transaksi; transkasi adalah peristiwa bisnis yang bersifat keuangan. (2) Proses-nya sendiri yang meliputi berbagai fungsi mulai dari identifikasi transaksi sampai dengan penyajian informasi keuangan, dengan proses utamanya adalah penjurnalan dan pemindah-bukuan. (3) Output berupa informasi keuangan, antara lain berupa laporan keuangan (financial statements) yang terdiri dari laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, neraca dan laporan arus kas.

TIGA PILAR AKUNTANSI.  Terdapat 3 pilar akuntansi, yaitu : (1) Matematika; (3) Prinsip-prinsip dasar; dan (3) Rancang-bangun.

Pilar Pertama : Matematika. Proses akuntansi didasarkan pada persamaaan  matematika. Persamaan  matematika untuk akuntansi itu sendiri didasarkan pada kesetimbangan antara “Penggunaan Dana” di sisi kiri dan “Pemerolehan Dana” di sisi kanan, seperti berikut:

Penggunaan Dana  =  Pemerolehan Dana …………………………………………………………….(1)

Sehubungan dengan hal ini, dikenal Persamaaan Dasar Akuntanasi (PDA) dan Persamaan Ekstensi Akuntansi (PEA).  Pada PDA,  sisi  ”Penggunaan Dana“  terdiri dari “Aset“, sementara sisi “Pemerolehan Dana” terdiri dari “Utang” dan “Ekuitas“, sehingga PDA dapat ditulis sbb:

Aset = Utang + Ekuitas  …………………………………………………………………………………………(2)

Pada kenyataannya penggunaan dana tidak sebatas aset saja, begitu pula dengan pemerolehan dana tidak sebatas utang dan ekuitas saja. Untuk itu maka dikembangkan PEA, dengan menambah “Biaya” dan “Pengembalian Ekuitas” di sisi “Penggunaan Dana” dan “Pendapatan” di sisi “Pemerolehan Dana“, sehingga persamaannya menjadi sbb:

Aset + Biaya + Pengembalian Ekuitas = Utang + Ekuitas + Pendapatan ………………….(3)

Aset, merupakan jenis penggunaan dana untuk memperoleh berbagai jenis sumberdaya (kekayaan) perusahaan.   Biaya, merupakan jenis penggunaan dana untuk membiayai kegiatan rutin (expenses) maupun kegiatan non rutin (losses) perusahaan. Pengembalian ekuitas, merupakan jenis penggunaan dana berupa penyerahan dana ke pemilik.

Utang, merupakan jenis pemerolehan dana yang berasal dari pinjaman pihak ketiga.  Ekuitas, merupakan sumber pemerolehan dana baik yang berasal dari pemilik, laba ditahan, maupun sumber-sumber selain utang/pinjaman. Pendapatan, merupakan sumber pemerolehan dana yang berasal dari aktivitas bisnis perusahaan baik dari kegiatan rutin (revenues) maupun kegiatan non rutin (gains) perusahaan.

Pilar Kedua : Prinsip-Prinsip.  Akuntasi mendasarkan diri pada prinsip-prinsip yang berlaku umum, atau dikenal dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum (PABU). PABU terdiri dari seperangkat konsep, standar, prosedur, metoda, konvensi dan praktek yang sehat yang dijadikan pedoman dalam penerapan akuntansi.  Di Indonesia, salah satu jenis PABU adalah Standard Akuntansi Keuangan (SAK) yang ditetapkan oleh Dewan Standar Akuntansi Keuangan (DSAK). Berikut beberapa contoh PABU:

  • Kesatuan usaha (Economic entity concept).
  • Periodisasi (Periodicity).
  • Pencatatan berbasis akun (Account-based entries).
  • Satuan moneter (Monetary unit).
  • Substansi mengungguli bentuk (Substance over form).
  • Dasar akrual (Accrual basis).
  • Penandingan biaya dengan pendapatan (Matching cost with revenue).
  • Analisis manfaat & biaya (Cost & benefit analysis)

Pilar Ketiga : Rancang – Bangun.   Sebagai suatu sistem maka akuntansi harus dirancang-bangun secara sistematis agar penyediaan informasi keuangan dapat dilakukan secara efektif dan efisien. Rancang-bangun dalam akuntansi bersifat dinamis sehingga informasi yang tersaji disesuaikan dengan kebutuhan penggunannya.

Salah satu contoh rancang – bangun akuntansi adalah format akun, yang berbeda antar satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Contoh lainnya adalah bentuk neraca lajur yang juga berbeda-beda (8 kolom, 10 kolom, 12 kolom dan 14 kolom).

MENGENAI TRANSAKSI. Seperti dijelaskan di atas bahwa sebagai input proses akuntansi adalah transaksi yaitu peristiwa bisnis yang bersifat keuangan. Berikut dijelaskan pihak-pihak yang biasanya  terkait dalam transakasi perusahaan:

  • Pemilik  : meliputi transaksi penyetoran modal dari pemilik dan transaksi pengembalian modal/ekuitas ke pemilik.
  • Kreditor : meliputi antara lain transaksi pembelian secara kredit, penerimaan pinjaman (utang) dan pelunasan pinjaman ke kreditor.
  • Rekanan/Pemasok : meliputi antar lain transaksi pembelian secara tunai/kredit bahan habis pakai dan pelunasan hutang dengan rekanan/pemasok.
  • Pembeli dan Pelanggan : meliputi antara lain transaksi penjualan (pendapatan) secara tunai/kredit dan penerimaan pembayaran dari pembeli dan pelanggan.
  • Karyawan : meliputi antara lain transaksi pembayaran gaji dan pembayaran bonus ke karyawan.
  • Pemerintah : meliputi transaksi pengakuan biaya pajak yang terutang, pelunasan pajak dan restitusi pajak (jika ada).

Ditulis dalam Dasar Akuntansi | Tinggalkan sebuah Komentar »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.