Asro Pun’ Blog

Penggunaan Metoda DS/AHP dalam Proses Evaluasi Usulan Investasi

Posted by asro pada 10 Februari 2009

Metoda Dempster – Shafer/Analytic Hierarchy Process (DS/AHP) merupakan suatu teknik yang mendukung proses pengambilan keputusan, pertama kali diperkenalkan oleh Beynon, Curry dan Morgan di tahun 2000 dan dikembangkan lebih lanjut oleh Beynon, Cosker dan Marshall di tahun 2002.  Dalam metoda ini, criteria dan alternative keputusan disusun dalam bentuk hirarki (hierarchical decision structure), seperti pada metode AHP. Pembobotan terhadap decision alternative/group alternative (DA) dilakukan terhadap seluruh alternative, kemudian penggabungan alternative antar criteria dilakukan dengan menggunakan dempster-shafer theory (DST).

Dalam setiap proses pengambilan keputusan selalu ada minimal satu criteria dan lebih dari satu alternative keputusan (decision alternative). Untuk mendapatkan suatu keputusan, setiap alternative keputusan diberi nilai/bobot. Jika  criteria yang digunakan lebih dari satu, maka pembobotan juga dilakukan untuk masing-masing criteria. Total nilai suatu alternative diperoleh dengan menjumlahkan bobot alternative tersebut yang berasal dari seluruh criteria.

Dalam memberikan bobot baik untuk alternative maupun criteria, tentunya harus  didasarkan pada data/informasi/pengetahuan yang memadai. Pada kenyataannya,  data/informasi/pengetahuan tidak selalu kita miliki, sehingga bobot yang diberikan juga tidak berdasar, asal-asalan yang pada akhirnya hasil/keputusan yang diambil tidak tepat. Metoda DS/AHP dikembangkan untuk mengatasi permasalahan ini.  Dalam DS/AHP,  ketiadaan data/informasi/pengetahuan juga dimodelkan/diberi bobot, yaitu dengan jalan  mengikut sertakan kumpulan seluruh criteria/alternative sebagai salah satu item dalam pembobotan.

Langkah-langkah/prosedur pengambilan keputusan dengan menggunakan DS/AHP adalah sbb:

 ds-ahp-11

Selanjutnya akan diberikan contoh penggunaannya, yaitu dalam proses evaluasi usulan investasi di salah satu perusahaan, katakan perusahaan ABCD. Dalam hal ini, DS/AHP digunakan untuk menentukan urutan/ranking prioritas usulan.

Sebagai sebuah perusahaan yang ingin terus berkembang, perusahaan ABCD juga selalu berusaha untuk mempertahankan asset yang dimilikinya saat ini agar tetap berdaya guna dan pada saat yang sama melakukan inovasi-inovasi untuk mengembangkan bisnisnya.  Realisasi dari rencana usaha ini pada umumnya dilakukan melalui proyek-proyek investasi.

Sebelum suatu investasi dilaksanakan, ia harus melalui proses pengusulan dari fungsi pengusul, dievaluasi oleh fungsi perencana, jika dianggap layak akan diusulkan ke direksi untuk dibawah ke RUPS untuk mendapatkan persetujuan.  Jika sudah disetujui, baru proyek investasi tersebut dapat dilaksanakan.  Rangkaian proses ini, terutama proses pengusulan dan evaluasi, diatur dalam suatu Sistem Tata Kerja.

Proses pengusulan dan evaluasi terhadap usulan investasi dilakukan secara berjenjang dimulai di tingkat unit operasi, tingkat direktorat sampai ke tingkat koorporat jika nilai usulan investasi tersebut melebihi otorisasi direktur.

Sesuai sistem tata kerja tersebut, setidaknya ada 4 aspek yang dijadikan criteria dalam evaluasi usulan investasi, yaitu : 1) Teknis/operasional; 2) Parameter keekonomian; 3) Analisa sensitivitas; dan 4) Peta portofolio.

Akan tetapi dalam contoh ini, saya menambahkan satu criteria lagi, yaitu Tingkat Urgensi, sehingga total-nya menjadi 5 criteria. Mengapa ada tambahan criteria tingkat urgensi?  Untuk  diketahui, bahwa selain untuk tujuan ekonomi, investasi di perusahaan ABCD juga bertujuan sosial/meningkatkan citra atau untuk memenuhi regulasi, dimana jenis investasi  ini secara ekonomis umumnya tidak menguntungkan.  Selain itu, ada juga jenis usulan investasi yang memiliki tingkat urgensi yang tinggi terkait dengan kelangsungan operasi/existing sehingga harus segera dilaksanakan walaupun tidak menguntungkan secara ekonomis, hal ini biasanya terkait dengan investasi penggantian. Kriteria tingkat urgensi bertujuan untuk mengakomodir kedua jenis usulan investasi ini.

Dalam contoh ini, usulan investasi yang akan dievaluasi berjumlah 4 buah, sebut saja A, B, C dan D.  Dari prespektif DS/AHP, dalam contoh ini terdapat 5 criteria dan 4 alternative.  Peranan DS/AHP dalam proses evaluasi ini adalah dalam menentukan  urutan prioritas dari usulan investasi tersebut berdasarkan criteria yang ada.

Berikut adalah prosedur evaluasi usulan dengan metoda DS/AHP tersebut.

ds-ahp-2

Dari hasil evaluasi ini, usulan yang memiliki  nilai/prioritas paling tinggi adalah A, disusul B, D dan terakhir C.

About these ads

3 Tanggapan to “Penggunaan Metoda DS/AHP dalam Proses Evaluasi Usulan Investasi”

  1. rahmad berkata

    mlm pak,

    sy msh awam mengenai penetuan usulan investasi, mohon utk penjelasan d atas mengenai scoring utk menentukan usulan investasi mana yg akan d gunakan

    terima kasih

  2. Edgar Gerriano berkata

    Yth Pak Asro,

    Saya telah lama membaca perihal metode DS/AHP ini… saya merasa metode ini sangat menarik, dan pada akhirnya, saya menetapkan untuk mengangkat metode ini sebagai topik skripsi saya…

    jadi, sejauh yang saya dapat tangkap, metode ini merupakan salah satu cara untuk menentukan pilihan dengan angka-angka yang diperoleh dari perhitungan metode DS/AHP.

    mungkin, dikarenakan minimnya referensi mengenai metode dempster shafer, dan ke-kurang tahuan saya mengenai metode ini, jadi sejauh ini, saya hanya menerka-nerka dengan adanya contoh soal yang bapak buat.

    saya mengalami kesulitan pada tahapan terakhir, yaitu pada saat menghitung intersection dari priority vector yang telah didapat dari pembuatan matriks di awal perhitungan.

    apakah saya dapat diberikan penjelasan lebih lanjut mengenai perhitungan intersection (dempster rule’s of combination) untuk melengkapi pengetahuan saya mengenai metode ini??? (misalnya tahapan perhitungan yang lebih mendetail, etc)

    bantuan bapak sangat saya harapkan… :)

    apabila bapak ada waktu untuk memberikan penjelasan secepatnya, saya akan sangat berterima kasih kepada bapak…

    ttg saya:
    Nama : Edgar Gerriano
    Jurusan : Teknik Informatika – Matematika
    Universitas : Bina Nusantara
    Angkatan : 2006
    email: e_gerriano@yahoo.com

    terima kasih sebelumnya atas perhatian dan waktunya… saya tunggu kabar baik dari bapak Asro secepatnya (via email, dikarenakan saya kurang paham mengenai dunia blog, maaf apabila agak merepotkan…)

    salam sejahtera…

  3. adhi berkata

    slam pak asro…

    setelah membaca-baca metode dempster shafer AHP saya tertarik untuk mempelajarinya. namun ada kesulitan pada tahap yang akhir pak yakni Pembobotan Alternatif dengan Dempster’s rule of combination.

    saya mnta penjelasan lagi cara perhitungannya.. terima kasih.
    maaf merepotkan..

    email : arekbelilas@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 34 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: